CV. Dian Shantika, Diduga Abaikan Kepentingan Masyarakat Setempat -->

Advertisement

CV. Dian Shantika, Diduga Abaikan Kepentingan Masyarakat Setempat

Monday, January 18, 2021



SEANTERONUSA - SUNGAI PENUH. Pekerjaan saluran jalan di Desa Sungai Jernih pada tahun 2020 lalu, meninggalkan masalah baru. Hal ini dibuktikan hancurnya pipa PAM milik Desa, mengakibatkan masyarakat tidak dapat mengkonsumsi air bersih.


Diketahui dari LPSE Kota Sungai Penuh, pekerjaan tersebut dibawah naungan Dinas PUPR dengan nama kegiatan Saluran Jalan Jembatan 1-Sungai Jernih, Kecamatan Sungai Bungkal Nilai Kontrak Rp. 485.134,- dikerjakan oleh CV. Dian Shantika.


"Saluran jalan yang dikerjakan Desember tahun 2020 lalu, menimbulkan masalah baru terutama bagi warga sungai jernih. Sebelum ada proyek pipa tidak ada masalah aman aman saja" kata Pia, warga Desa Sungai Jernih Kecamatan Pondok Tinggi kepada Portalbuana Senin, (18/1/2020).


Akibat dari pekerjaan tersebut pipa pam desa kami hancur, sehingga kami tidak dapat mengkonsumsi air pam. Dan air banyak mengalir ke jalan,"ini sama saja dengan mengabaikan kepentingan masyarakat serta menimbulkan masalah baru, alias mubasir proyek saluran tersebut" ungkapnya.


Budi, salah satu aktivis Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, ketika diminta tanggapannya mengatakan, dari awal pekerjaan saluran ini sudah bermasalah, mulai pasangan saluran yang melengkung, hingga besi yang digunakan diduga tidak sesuai standar, tanggapnya.


"Harusnya proyek ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terutama warga sungai jernih. Karena anggaran yang digunakan berasal dari APBD" 


Selain itu, Budi, juga menyebutkan proyek saluran jalan Diduga milik salah satu oknum anggota DPRD kota sungai penuh berinisial Hutri Randa, sebut Budi.


Rudi Hartono, Kades Sungai Jernih ketika ditemui Portalbuana beberapa waktu lalu mengakui,"Ya ada laporan dari warga bahwa pipa PAM milik desa tidak mengalir" ujarnya


Hingga berita ini diturunkan Selasa (19/1/2020), oknum anggota DPRD Kota Sungai Penuh berinisial Hutri Randa belum dapat dikonfirmasi. Upaya konfirmasi pun sudah dilakukan dengan menemui di kantor (19/1), namun yang bersangkutan tidak ditemui.( dede)