Penganiayan dan Pengancaman Wartawan, UU Pers dilanggar pelaku -->

Advertisement

Penganiayan dan Pengancaman Wartawan, UU Pers dilanggar pelaku

Portal Buana
Sunday, January 17, 2021



SEANTERONUSALINGGA - Kuasa Hukum media portal buana MARDUN S.H meminta kepolisian agar tidak keliru dalam menetapkan Pasal untuk menjerat pelaku pengancaman wartawan. Menurutnya, Undang-undang No 40 tahun 1999 tentang pers harus menjadi pokok utama dalam kasus ini.


Hal ini disampaikan MARDUN,SH setelah mendapat informasi dari kabiro   PORTAL BUANA kabupaten Lingga yang menyebut pelaku pengancam wartawan di kabupaten lingga tidak hanya dikenakan Pasal 368 KUH


MARDUN, SH mengatakan, Pasal 368 KUHPidana merupakan pasal yang menjelaskan tentang pengancaman biasa dan berlaku umum.


"Sedangkan kasus ini korbannya adalah wartawan yang dalam menjalankan profesinya dilindungi oleh UU tersendiri yang berlaku khusus, yakni, UU No.40/99 tentang pers," kata MARDUN, SH Senin 18/01/2021  menambahkan, UU Pers adalah Undang-undang khusus yang dapat mengenyampingkan UU yang berlaku umum atau KUHP. Dengan demikian, kasus ini bukan masuk pada ranah pidana umum (Pidum) tetapi pidana khusus (Pidsus).


"Karena korban dalam kasus ini adalah wartawan dan motifnya jelas karena ingin meliput  berita yang diliputnya sehingga pelaku dapat dijerat tidak hanya pada pasal menghalang-halangi tugas jurnalistik Pasal 18 ayat (1) UU No.40 tahun 1999 tentang pers, tetapi juga telah merampas kemerdekaan Pers seperti diatur pada Pasal 4 UU Pers yang kemudian dapat jounctokan dengan Pasal 368 KUHP," 


apa lagi dalam kasus ini tidak hanya satu orang yang mengancam di tambah lagi dianiaya pertama oknum Kades Jago  inisial AH melakukan pengancaman dengan akan memotong tangan wartawan kami dari PORTAL BUANA, kedua oknum RT S ajak perang dan kumpulkan orang kampung untuk memaksa Okta mencabut laporan. bukan hanya mengancam  sebelum nya saat melakukan investigasi di lapangan juga di aniaya oleh dua delik dalam kasus ini yaitu pengancaman dan penganiayaan. sejauh ini kasus sudah di tangani oleh Polsek Singkep barat dengan surat tanda penerimaan laporan nomor: LP-B/l/KEPRI/Res-lingga/spk-singkep barat kita menunggu proses hukum nya tutur nya(red)